Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) menggelar kuliah umum dengan tema Training Entrepreneurship Berbasis Nilai-nilai Islam yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan para pelaku usaha muda di lingkungan kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya mahasiswa FAI, dengan keterampilan kewirausahaan yang tidak hanya mengutamakan keuntungan material, tetapi juga berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah Islam.
Acara yang diselenggarakan pada setiap semester di Aula FAI UMSU ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi Islam, yaitu Rahimah, M.Pd seorang praktisi ahli dalam pengelolaan bisnis berbasis nilai-nilai Islam. Dalam pemaparannya, Rahimah, M.Pd menjelaskan bagaimana cara mengelola bisnis yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis, serta pentingnya etika bisnis dalam dunia wirausaha.
“Entrepreneurship berbasis Islam tidak hanya bertujuan untuk menciptakan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial kepada masyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan keadilan menjadi pondasi penting dalam menjalankan usaha,” ujar Rahimah, M.Pd dalam sesi tanya jawab dengan peserta.
Salah satu peserta, Zainab, mahasiswa FAI UMSU, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan baru tentang pentingnya menjalin hubungan bisnis yang baik serta mendalam terkait dengan aspek keislaman dalam dunia usaha. “Saya belajar bagaimana mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam setiap langkah berbisnis. Ini sangat membuka pikiran kami sebagai calon pengusaha muda,” kata Zainab.
Dekannya, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Qorib, S.Ag, M.A., turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk membentuk wirausahawan yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga bermanfaat bagi umat. “Kami berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi awal dari terwujudnya lebih banyak wirausahawan muda yang membawa dampak positif bagi masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengutamakan keberkahan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Acara ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi platform bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan mereka, yang nantinya dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berbasis keislaman di masa depan.

