Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah diterbitkannya kebijakan yang mengatur tentang kepuasan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) terhadap manajemen SDM, sebagaimana tertuang dalam dua Surat Keputusan Rektor.
Kebijakan ini merujuk pada:
- SK Rektor No. 2101/KEP/II.3-AU/UMSU/F/2018 tentang Rencana Strategis 2013–2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang menggariskan pentingnya peningkatan mutu pelayanan akademik dan tata kelola SDM secara berkelanjutan.
- SK Rektor No. 362/KEP/II.3-AU/UMSU/D/2016 tentang Panduan Monitoring dan Evaluasi Internal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang menekankan pelaksanaan evaluasi berbasis data dan umpan balik pengguna layanan, termasuk dosen dan tendik.
Kebijakan ini menjadi pedoman penting bagi seluruh unsur universitas, termasuk pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, dalam memahami dan menilai kualitas layanan akademik serta manajemen SDM yang diterapkan oleh unit penyelenggara program studi (UPPS).
Sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pelayanan yang semakin tinggi, UPPS dituntut untuk terus berinovasi. Oleh karena itu, survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan secara rutin dilakukan di lingkungan UMSU. Hasil survei ini menjadi dasar perbaikan dan inovasi layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Hasil angket yang disebarkan kepada mahasiswa setiap akhir semester genap menunjukkan bahwa layanan akademik yang diberikan UPPS telah tergolong baik. Capaian ini sekaligus mencerminkan meningkatnya rasa percaya diri di kalangan dosen dan tendik terhadap manajemen pendidikan yang profesional dan transparan.
Melalui survei kepuasan ini, partisipasi aktif dosen dan tendik sebagai pengguna layanan pendidikan diharapkan dapat mendorong evaluasi objektif, serta mempercepat upaya perbaikan dan inovasi dalam pengelolaan SDM. Dengan begitu, UMSU terus bergerak maju menghadapi tantangan pembelajaran masa kini dan masa depan.
