Pada Sabtu, 26 Februari 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu dan Tenaga Ahli bertajuk “Pancasila dan Kewarganegaraan” dengan narasumber utama Amrizal, M.Pd. dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Utara. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika UMSU, bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Amrizal, M.Pd., yang dinilai sebagai sosok yang mumpuni dalam kajian Pancasila dan Kewarganegaraan. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks. “Kita berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan semangat nasionalisme,” ujar Dr. Muhammad Qorib.
Amrizal, M.Pd., dalam paparannya, mengupas tuntas relevansi Pancasila sebagai ideologi bangsa di era modern. Ia menjelaskan bagaimana lima sila dalam Pancasila menjadi landasan kokoh untuk memperkuat persatuan dan keadilan di tengah masyarakat yang majemuk. “Pancasila bukan sekadar ideologi, tetapi pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan pentingnya pendidikan kewarganegaraan sebagai media untuk membentuk karakter bangsa. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali dengan pengetahuan yang mendalam tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, sehingga mampu berkontribusi secara positif bagi pembangunan nasional. Dalam sesi ini, Amrizal juga menyisipkan contoh-contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini diwarnai dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dengan narasumber. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan seputar tantangan implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Amrizal menekankan pentingnya peran media sosial sebagai sarana menyebarkan semangat kebangsaan dan mencegah penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
Kuliah Dosen Tamu ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara Fakultas Agama Islam UMSU dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah. Dr. Muhammad Qorib, MA, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini terus berlanjut untuk menghadirkan program-program edukasi yang relevan dan inovatif. “Kami percaya, kolaborasi seperti ini dapat memberikan dampak positif yang luas bagi mahasiswa dan masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai penutup, acara ini menghasilkan komitmen bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam pengembangan pendidikan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Dengan kehadiran Amrizal, M.Pd., sebagai narasumber, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur bangsa dan menjadi agen perubahan yang berdedikasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

