
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan kegiatan Eksternal Branchmaking ke Kamboja pada tahun 2023. Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya memperluas jaringan dan kerja sama internasional yang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pengembangan mutu akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan beberapa pejabat FAI UMSU, termasuk Dekan FAI, Dr. Muhammad Qorib, MA, dan Ketua Program Studi PAI UMSU, Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, yang turut serta sebagai bagian dari delegasi.
Dr. Muhammad Qorib, MA, sebagai Dekan FAI UMSU, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi dan kehadiran institusi pendidikan tinggi Indonesia di wilayah ASEAN, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Menurutnya, dengan memperkuat hubungan akademik di luar negeri, UMSU akan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi pendidikan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai bidang. “Kami berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan global demi peningkatan kualitas pendidikan agama Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Dr. Qorib.
Kegiatan di Kamboja ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan lokal dan organisasi keagamaan di negara tersebut. Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, selaku Kaprodi PAI UMSU, menjelaskan bahwa kegiatan Eksternal Branchmaking ini berfokus pada kolaborasi untuk pengembangan kurikulum dan pertukaran pengalaman dalam metode pengajaran. Dr. Hasrian menekankan bahwa kolaborasi ini sangat penting bagi mahasiswa dan dosen di Prodi PAI, karena mereka bisa belajar dan mengadopsi berbagai pendekatan dalam pengajaran agama Islam yang efektif di tingkat internasional.
Selama kunjungan tersebut, delegasi FAI UMSU mengadakan berbagai pertemuan dengan pihak institusi pendidikan Islam di Kamboja, termasuk lembaga pesantren dan madrasah setempat. Salah satu agenda penting adalah diskusi mengenai penyesuaian kurikulum yang mampu mencakup perspektif global dalam Pendidikan Agama Islam, sehingga lulusan PAI UMSU dapat bersaing dalam dunia kerja yang semakin beragam. Selain itu, delegasi juga memaparkan sejumlah program penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan di Indonesia, dengan harapan dapat diadopsi dan dikembangkan di Kamboja.
Dr. Hasrian juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar memperluas jaringan internasional, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan program magang atau praktik pengalaman lapangan di luar negeri. Program ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pendidikan agama di negara-negara dengan konteks budaya dan keagamaan yang berbeda. “Kami ingin memberikan pengalaman lintas budaya yang bermanfaat bagi mahasiswa kami agar mereka memiliki pandangan yang lebih luas dalam mengembangkan ilmu agama Islam,” jelas Dr. Hasrian.
Di samping kegiatan formal, delegasi FAI UMSU juga mengadakan kunjungan ke komunitas-komunitas Muslim di Kamboja. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui langsung dinamika kehidupan beragama di sana serta memahami kebutuhan pendidikan agama di masyarakat setempat. Dalam pertemuan dengan para tokoh agama di Kamboja, delegasi FAI UMSU berbagi pengalaman tentang tantangan dan solusi dalam mengembangkan pendidikan agama di masyarakat minoritas.
Eksternal Branchmaking ini mendapat sambutan positif dari pemerintah Kamboja dan masyarakat Muslim setempat. Mereka menyambut baik gagasan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan institusi pendidikan dari Indonesia, mengingat Indonesia memiliki pengalaman yang kaya dalam pendidikan agama Islam. Pemerintah Kamboja bahkan memberikan dukungan penuh terhadap upaya FAI UMSU dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan Islam di wilayah mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan Eksternal Branchmaking Prodi PAI FAI UMSU ke Kamboja ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik dan membuka lebih banyak peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan agama Islam di tingkat internasional. Dengan demikian, Prodi PAI FAI UMSU akan semakin mampu bersaing di dunia global dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di negara sahabat seperti Kamboja.

