Pada tahun 2023, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah mengambil langkah strategis dengan mengembangkan cabang eksternal di Arab Saudi. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif yang dikenal sebagai “Eksternal Branchmaking,” yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pendidikan dan memperkuat kerja sama internasional. Upaya ini dipimpin oleh Dekan FAI UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA, bersama Ketua Program Studi (Kaprodi) PAI UMSU, Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, yang memiliki komitmen kuat untuk mengangkat mutu pendidikan agama Islam di kancah global.
Eksternal Branchmaking di Arab Saudi ini menjadi langkah bersejarah bagi FAI UMSU, karena menandakan awal dari pengembangan jangkauan akademik yang lebih luas di luar negeri. Arab Saudi dipilih sebagai lokasi pertama karena dianggap sebagai pusat utama pendidikan dan riset Islam. Selain itu, banyak alumni UMSU yang bekerja atau melanjutkan studi di negara tersebut, sehingga pengembangan cabang ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan para alumni dan mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan akademik dan keagamaan mereka.
Menurut Dr. Muhammad Qorib, MA, langkah ini sejalan dengan visi FAI UMSU untuk menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang memiliki reputasi internasional. Ia menyampaikan bahwa cabang eksternal ini tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi dengan berbagai universitas dan lembaga pendidikan di Arab Saudi. Melalui kerja sama ini, UMSU berharap dapat memperkuat kualitas kurikulum, penelitian, serta peluang pengembangan karir bagi mahasiswa dan dosen.
Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, selaku Kaprodi PAI, menambahkan bahwa Eksternal Branchmaking ini menjadi sarana untuk membangun jejaring global dalam bidang pendidikan Islam. Dia menyatakan, cabang di Arab Saudi diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk mempelajari berbagai perspektif baru dalam studi Islam dan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang praktik Islam di berbagai negara. Kehadiran cabang ini juga diharapkan dapat mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung di negeri yang kaya akan sejarah dan budaya Islam.
Pembukaan cabang ini tidak lepas dari tantangan. Dalam prosesnya, pihak FAI UMSU harus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Selain menyiapkan infrastruktur yang memadai, UMSU juga memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan di cabang eksternal ini akan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa internasional. Semua persiapan ini menunjukkan dedikasi yang tinggi dari para pengurus FAI UMSU dalam merealisasikan misi tersebut.
Dalam mendukung Eksternal Branchmaking ini, FAI UMSU juga menggandeng berbagai lembaga Islam terkemuka di Arab Saudi, seperti universitas-universitas Islam dan lembaga riset. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam program pertukaran dan penelitian bersama. Hal ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antar lembaga, tetapi juga memungkinkan FAI UMSU untuk memperkenalkan metode dan inovasi pengajaran yang khas dari Indonesia di mata dunia.
Pendirian cabang ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi para mahasiswa PAI UMSU. Selain mendapat akses lebih mudah ke berbagai literatur dan referensi dalam bahasa Arab, mereka juga bisa langsung merasakan atmosfir belajar di lingkungan yang memiliki nuansa Islam yang kuat. Dengan adanya dukungan dari pihak universitas di Arab Saudi, mahasiswa PAI UMSU diharapkan bisa mendapatkan berbagai pengalaman belajar yang mendalam dan aplikatif, khususnya dalam studi Islam kontemporer.
Secara keseluruhan, Eksternal Branchmaking Prodi PAI UMSU ke Arab Saudi tahun 2023 ini menjadi langkah besar dalam upaya internasionalisasi pendidikan Islam di Indonesia. Dr. Muhammad Qorib, MA dan Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, berharap agar langkah ini dapat memperkuat posisi UMSU sebagai salah satu universitas Islam terkemuka di Asia Tenggara, sekaligus menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia untuk berinovasi dan memperluas jaringan internasional.

