Fakultas Agama Islam UMSU kembali menggelar Community Engagement Learning (CeL). Program pengabdian masyarakat internasional ini koordinir oleh Mavianti, M.A., dan rutin diadakan setiap semester. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan berkontribusi pada masyarakat global.
Dekan FAI, Dr. Muhammad Qorib, M.A., menegaskan pentingnya program ini sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai pengabdian pada diri mahasiswa. “Pengabdian masyarakat internasional seperti ini memberikan pengalaman unik yang tak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga meningkatkan citra positif fakultas di mata dunia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.
CeL-KODELN dirancang untuk melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai negara. Program ini mencakup kegiatan edukasi, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan literasi. Salah satu tujuan utamanya adalah memberikan solusi inovatif untuk tantangan global yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan berbasis nilai-nilai keislaman.
Mavianti, M.A., selaku koordinator program, mengungkapkan bahwa setiap mahasiswa yang berpartisipasi mendapatkan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan mereka, baik secara akademis maupun sosial. “Ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga belajar dari keberagaman masyarakat internasional,” jelasnya.
Mahasiswa yang mengikuti program ini merasa sangat terbantu dalam meningkatkan kompetensi mereka, terutama dalam hal komunikasi lintas budaya dan kerja sama internasional. Salah satu peserta, Ahmad Ridwan, mengaku pengalaman ini membuka wawasannya terhadap pentingnya peran Islam dalam menyelesaikan isu-isu global. “Kami diajarkan bagaimana cara berdakwah sekaligus menginspirasi masyarakat dengan cara yang relevan,” katanya.
Kegiatan pengabdian ini juga didukung penuh oleh berbagai mitra internasional yang menjadikan CeL-KODELN sebagai platform kolaborasi lintas budaya. Program ini mencakup pelatihan intensif dan pendampingan yang mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan. Dengan demikian, CeL-KODELN tak hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan.
Dr. Muhammad Qorib, M.A., berharap program ini terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang terlibat. “Melalui CeL-KODELN, Fakultas Agama Islam ingin memastikan bahwa nilai pengabdian tidak hanya menjadi teori, tetapi juga nyata dalam tindakan,” tutupnya. Program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk menjalankan pengabdian masyarakat dengan pendekatan global.
