Pada 15 Maret 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar acara Kuliah Dosen Tamu dan Temu Ahli yang menghadirkan Rismawati, M.Si, seorang pakar dalam bidang Khot dan Arab Melayu, dari Yayasan Rumah Tahfiz Al-Fawwaz. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa mengenai seni khot dan pentingnya pelestarian bahasa Arab dalam konteks budaya Melayu. Acara tersebut diadakan di ruang seminar Fakultas Agama Islam UMSU dengan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta tamu undangan lainnya.
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA, dalam sambutannya mengungkapkan betapa pentingnya acara ini sebagai salah satu upaya fakultas untuk memperkenalkan dan mengembangkan pemahaman mengenai khot (kaligrafi) dan bahasa Arab, khususnya dalam konteks budaya Melayu yang kaya akan tradisi. “Acara ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua, terutama dalam meningkatkan apresiasi terhadap khot sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam yang perlu dilestarikan,” ujar Dr. Muhammad Qorib.
Rismawati, M.Si, yang dikenal luas sebagai ahli khot dan pengajar di Yayasan Rumah Tahfiz Al-Fawwaz, memberikan materi yang sangat berharga tentang peran khot dalam mengembangkan identitas budaya Islam di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Melayu. Beliau menjelaskan bahwa khot bukan hanya sekadar seni menulis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai keindahan dalam agama Islam.
Selain itu, Rismawati juga membahas tentang hubungan erat antara khot dan bahasa Arab Melayu yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Menurutnya, penggunaan bahasa Arab dalam budaya Melayu telah menjadi bagian dari identitas kultural yang tidak dapat dipisahkan, sehingga pemahaman tentang keduanya sangat penting untuk menjaga kelestariannya. “Khot dan bahasa Arab Melayu memiliki peran yang besar dalam memperkenalkan Islam dan mempererat hubungan antarbudaya di Indonesia,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Rismawati juga berbagi tips dan teknik dasar dalam mempelajari khot, yang menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan di pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Beliau menekankan bahwa kemampuan menulis khot tidak hanya berkaitan dengan keahlian teknis, tetapi juga dengan penghayatan spiritual terhadap seni tersebut. “Khot adalah sarana untuk mengekspresikan keindahan Ilahi, dan harus dipelajari dengan penuh kesabaran dan ketekunan,” tuturnya.
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA, juga menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Rismawati, M.Si dalam acara tersebut. Ia berharap bahwa kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan lembaga pendidikan seperti Yayasan Rumah Tahfiz Al-Fawwaz dapat terus memperkaya pembelajaran di UMSU dan memperluas wawasan mahasiswa dalam mempelajari budaya Islam. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh Bu Rismawati, yang tentunya memberikan nilai tambah bagi kami semua,” ujarnya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait khot dan pengajaran bahasa Arab Melayu. Kehadiran Rismawati, M.Si, sebagai dosen tamu dan ahli di bidangnya, memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa tentang pentingnya mengembangkan keterampilan seni dan budaya Islam, serta memperkaya pengetahuan mereka tentang warisan budaya yang sangat berharga. Fakultas Agama Islam UMSU berharap acara ini dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa depan.

