Program tahsin tilawah Al-Qur’an yang diadakan secara rutin setiap bulan di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I., yang memberikan pelatihan intensif kepada mahasiswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Muhammad Qorib, MA., mengapresiasi perkembangan mahasiswa yang terlihat semakin baik dari bulan ke bulan. Menurutnya, program tahsin tilawah ini merupakan bagian integral dari pembinaan keislaman di FAI, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik tetapi juga pembentukan karakter Islami. “Kami sangat bangga melihat peningkatan yang signifikan pada kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an sangat efektif,” ungkapnya.
Dalam setiap pertemuan, mahasiswa diberikan materi yang mencakup teori dan praktik membaca Al-Qur’an dengan benar. Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I., menjelaskan bahwa metode yang diterapkan melibatkan pendekatan personal untuk memastikan setiap mahasiswa memahami kesalahan mereka dan memperbaikinya. “Kami menekankan pada pembenahan bacaan, mulai dari makharijul huruf hingga penerapan hukum tajwid dalam tilawah sehari-hari,” jelasnya.
Hasil dari program ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam penguasaan tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Salah satu mahasiswa, Ahmad Rizki, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan yang diberikan. “Saya merasa bacaan saya jauh lebih baik sekarang. Program ini benar-benar membantu kami untuk lebih mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain meningkatkan keterampilan tilawah, program ini juga dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan mahasiswa. Menurut Dr. Hasrian, tilawah yang baik adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap kalamullah dan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi Qur’ani. “Mahasiswa diharapkan tidak hanya mahir membaca tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Keberhasilan program tahsin ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pihak fakultas yang terus memfasilitasi kegiatan tersebut. Dr. Muhammad Qorib, MA., menegaskan bahwa FAI UMSU akan terus memperluas program keislaman lainnya untuk mendukung pengembangan spiritual mahasiswa. “Tahsin tilawah hanyalah salah satu langkah awal. Kami memiliki rencana untuk memperkenalkan program tahfiz dan kajian Al-Qur’an yang lebih mendalam ke depannya,” katanya.
Dengan komitmen tinggi dari para dosen dan antusiasme mahasiswa, program tahsin tilawah Al-Qur’an ini diharapkan menjadi teladan bagi fakultas lain. Fakultas Agama Islam UMSU terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat dan mampu menjadi panutan di masyarakat.

