Medan, 13 Mei 2024 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menyelenggarakan workshop yang bertajuk “Guru Penggerak” dengan pemateri utama Suparjo, S.PdI. Workshop ini diadakan sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan mata kuliah Profesi Keguruan, bertujuan untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme mahasiswa calon guru dalam mendukung peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Dekan FAI UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang tugas dan tanggung jawab sebagai calon guru. “Workshop ini sangat penting dalam membekali mahasiswa kita, khususnya dalam mata kuliah Profesi Keguruan, dengan kemampuan untuk menjadi guru penggerak di masa depan,” ujarnya. Beliau juga berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan demi kemajuan pendidikan.
Sambutan selanjutnya diberikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMSU, Dr. Hasrian Rudi Setiawan, M.Pd.I, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Suparjo sebagai pemateri. Menurutnya, workshop ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana peran guru penggerak bisa menjadi motor pengembangan potensi siswa. “Kegiatan seperti ini penting untuk melengkapi pengetahuan mahasiswa agar siap menjadi guru yang mampu menghadapi tantangan pendidikan,” ungkapnya.
Suparjo, S.PdI, dalam paparannya menekankan bahwa menjadi seorang guru penggerak tidak sekadar mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan perubahan positif di sekolah. Beliau memaparkan beberapa contoh praktik terbaik dari guru penggerak di berbagai sekolah yang berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif. Selain itu, beliau juga memberikan tips praktis bagi mahasiswa untuk mulai menumbuhkan jiwa penggerak dalam diri mereka.
Selama workshop, para peserta diajak untuk berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi peran sebagai guru penggerak. Mahasiswa diajak untuk menyusun strategi pembelajaran yang kreatif dan berdaya guna, yang dapat diterapkan di kelas mereka kelak. Suparjo juga memberikan bimbingan mengenai cara mengelola kelas yang efektif, serta metode pembelajaran yang dapat merangsang kreativitas siswa.
Menurut salah satu peserta, workshop ini memberikan pengalaman yang sangat berarti. “Kami menjadi lebih paham bagaimana cara membangun karakter siswa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di kelas,” ujar salah seorang mahasiswa. Kesempatan ini pun membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya kepemimpinan dalam dunia pendidikan, terutama dalam memotivasi siswa.
Workshop ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk bertanya dan berbagi pendapat langsung dengan Suparjo mengenai tantangan yang dihadapi oleh guru di era modern. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, memperlihatkan ketertarikan mahasiswa terhadap topik yang dibahas.
Dengan adanya workshop ini, FAI UMSU berharap para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dan menjadi guru penggerak yang inspiratif di masa depan.

